[language-switcher]
Beranda  Berita

Ditreskrimum Polda Jambi Bakal Gelar Perkara Ulang Terkait Kasus Pelecehan Seksual Di Mandiangin

Pasca demo yang di lalukan oleh Warga Mandiangin atas dugaan kesalahan penanganan perkara kasus pelecehan seksual pada anak yang di tangani unit Perlinduangan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Polres Sarolangun tersebut, Ditrektorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jambi akan memanggil para penydik kasus tersebut ke Polda Jambi.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jambi Kombes Pol Yuhda Setyabudi mengatakan pihaknya akan memanggil tim penyidik kasus tersebut ke Polda Jambi untuk dimintai penjelasan terkait perkara tersebut.

“Pada selasa nanti akan kita panggil penyidiknya dan kita minta penjelasaan serta duduk perkaranya,” kata Kombes Pol Yudha Setyabudi.

Yudha juga menegaskan tidak hanya akan memanggil penyidik, namun juga melakukan gelar perkara ulang di Polda Jambi.

Gelar perkara itu menurutnya perlu, karena dapat menyimpulkan duduk perkara kasus tersebut. “Kita lakukan gelar perkara ulang juga nantinya,”ucapnya

“Kita nanti akan koordinasi juga dengan instansi lainnya. Selain itu kita juga akan tentukan kasus siapa yang punya wewenang menangani nya,” tandansya.

Untuk diketahui, Kamis (09-01-2020) kemarin puluhan warga Mandiangin Kabupaten Sarolagun melakukan demo di Mapolda Jambi.

Mereka mempertanyakan kasus kekerasan seksusal yang di alami anak di Mandiangin yang masih berusia 8 tahun, diduga bermasalah dalam proses penanganannya oleh Unit PPA Satreskrim Polres Saroalngun.

Masyrakat yang tergabuang dalam koalisi Masyarakat Anti Kekerasan Terhadap Anak yang didampingi Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Provinsi Jambi ini menyoroti penanganan dugaan pelecahan seksual terhadap anak dibawah umur tersebut.

Beberapa persoalan yang menurut para pendemo sangat fatal yakni saat gelar perkara di lokasi kejadian. Sang anak yang berinisial PT alias T tersebut langsung berperan sebagai korban dan sang ibunya di perankan sebagai pelaku.

Selain itu gelar perakra tersebut di tonton oleh masyarakat umum sehingga aecara tidak langsung membuka identitas korban yang merupakan anak yang masih berusia 8 tahun.

Selain itu juga pelaku kekerasan seksual terhadap anak itu juga masih berkeliaran dan belum tersentuh hukum. Pedemo juga meminta kepada kepolisian untuk menagkap pelaku berisnial TPA tersebut.

Mereka juga menolak Pemeriksaan Psikolog yang diklaim penyidik Polres Sarolangun sebagai Psikolog independen, karena Pemeriksaan Psikolog Klinis dari Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Sarolangun telah sah secara hukum.

Pendemo juga meminta hukum pelaku Kekerasan seksual Anak Seumar hidup dan atau hukuman Mati karena korban menderita trauma yang sangat berat.

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Pinterest

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

HUMAS MABES POLRI

Kisah Catar Akpol Jovanka Alfaudi: Santri yang Mahir Bahasa Arab hingga Spanyol, Sempat Dua Kali Gagal Masuk Bintara
Kakorlantas Beri Arahan Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Untuk PON XXI di Sumut dan Aceh
Inilah Juara International Open Indoor Skydiving Championship Kapolri Cup 2024
Kerennya Museum Akademi Kepolisian di Semarang, Melihat Sejarah Polri dari Dekat
Resmi Ditutup! Tim Terjun Payung Polri Kembali Raih Prestasi Gemilang di Internasional Skydiving Championship Kapolri Cup 2024
Berkas Perkara Kasus Pornografi Anak Dinyatakan Lengkap
Lihat Semua

HUMAS POLDA

Berkas Perkara Kasus Pornografi Anak Dinyatakan Lengkap
Kegiatan Police Art, Satlantas Polresta Pati Berikan Himbauan Patuh Berlalu Lintas
Resmi Ditutup! Tim Terjun Payung Polri Kembali Raih Prestasi Gemilang di Internasional Skydiving Championship Kapolri Cup 2024
Giat PAM Pasar Malam Polsek Damai Imbau Warga dan Berikan Pesan Kamtibmas Dalam OMP 2024
Polres Kutai Barat melakukan pengamanan jalan sehat Dalam rangka Ulang Tahun Media Kaltim Ke 4 tahun
Divisi Humas Gelar Bhayangkara Presisi Bowling Cup
Lihat Semua
WordPress Lightbox