[language-switcher]
Beranda  Berita

Ateng Tanjaya : Kita Sayang Alam, Alam Akan Sayang Kita

Ketua Forum Komunikasi Kebakaran Kota Pontianak, Ateng Tanjaya mengajak masyarakat untuk dapat menyayangi alam dan alampun akan menyayangi kita.

“Kita sayang alam, dan alam akan sayang kepada kita,” ajak Ateng Tanjaya, Jumat (10/1), saat penanaman Pohon di Asrama Bhara Sudjak Siantan.

Dikatakannya, dulu kita sayang kepada pohon, tanaman dan hutan yang hidup subur dengan memberi kita udara yang segar dan sejuk dan penyerapan atau penyimpanan air yang handal.

Terjadi perubahan musim panas atau kemarau, pepohonan mengeluarkan keringat atau uap air yang sejuk untuk manusia berupa kabut embun yang sejuk sebagai tanda sudah musim kemarau.

“Kalau hutan sudah gundul, pepohonan sudah mati, akar-akar perpohonan sudah tidak bisa menyerap air lagi dan menjadi kering kerontang dan gampang mencapai titik nyala kalau tersulut oleh suhu yang panas yang akan mengeluarkan kabut asap yang susah dipadamkan karena nyala api berada didalam tanah,” jelasnya.

Kita sayang pepohonan, pohon akan memberi kita embun yang sejuk. Kalau pepohonan kita tebang, akan memberi kita kabut asap.

Saat ini, Kepolisian Republik Indonesia sudah menjadi Pelopor Penghijauan, maka kita harus mendukung program polisi pelopor penghijauan untuk mengatasi Kebakaran Hutan dan Lahan dan menggalakan Gotong Royong untuk pola hidup sehat dengan menyayangi alam dan alam akan sayang kepada kita.

“Sesuai pengalam Damkar Swasta yang sudah berumur 70 tahun, dari tahun 1949 dan sejak berdiri sampai tahun 2.000an, kami tidak pernah kenal dengan Karhhutla, apalagi namanya penanggulangan kabut asap,” jelasnya.

Dijelaskannya, setiap menjelang musim kemarau pasti ada gejala kabut asap, dan dulu kabut embun, karena pepohonan dan hutan masih subur dan rimbun, akar-akar pohon tempat menampung air.

Buktinya air diparit tidak pernah kering. Contoh Parit Nenas, Parit Wan Salim dan Sungai Selamat. Sekarang hutan dan pohon sudah gundul,saat Musim kemarau parit mengering.

“Makanya, dulu musim kemarau, Tuhan memberi kabut embun yang sejuk sebagai tanda awal musim kemarau. Sekarang musim kemarau, kita diberi kabut asap karena ulah manusia sendiri yang membakarnya dan membabat pohon yang ada sebagai tanggung jawab kepada sang pencipta dan masa depan anak cucu kita,” ingatnya.

Makanya, saatnya sekarang kita harus menamam pohon sebanyak-banyaknya untuk menebus dosa dengan mendukung program polisi peduli penghijauan.

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Pinterest

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

HUMAS MABES POLRI

Kisah Catar Akpol Jovanka Alfaudi: Santri yang Mahir Bahasa Arab hingga Spanyol, Sempat Dua Kali Gagal Masuk Bintara
Kakorlantas Beri Arahan Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Untuk PON XXI di Sumut dan Aceh
Inilah Juara International Open Indoor Skydiving Championship Kapolri Cup 2024
Kerennya Museum Akademi Kepolisian di Semarang, Melihat Sejarah Polri dari Dekat
Resmi Ditutup! Tim Terjun Payung Polri Kembali Raih Prestasi Gemilang di Internasional Skydiving Championship Kapolri Cup 2024
Berkas Perkara Kasus Pornografi Anak Dinyatakan Lengkap
Lihat Semua

HUMAS POLDA

Resmi Ditutup! Tim Terjun Payung Polri Kembali Raih Prestasi Gemilang di Internasional Skydiving Championship Kapolri Cup 2024
Giat PAM Pasar Malam Polsek Damai Imbau Warga dan Berikan Pesan Kamtibmas Dalam OMP 2024
Polres Kutai Barat melakukan pengamanan jalan sehat Dalam rangka Ulang Tahun Media Kaltim Ke 4 tahun
Divisi Humas Gelar Bhayangkara Presisi Bowling Cup
Satlantas Polres Kutai Barat Berikan Himbauan Kepada Para Pengendara Langkah Preventif Ops Patuh Mahakam 2024
Polri Gelar Kejuaraan Badminton Kapolri Cup 2024, Upaya Asah Bibit Muda
Lihat Semua
WordPress Lightbox