[language-switcher]
Beranda  Berita

Tim Gabungan Sisir Tambang Sinabar Seram Bagian Barat

Untuk memutuskan per­edaran sinabar atau bahan baku zat berbahaya merkuri itu, Polda Maluku memben­tuk tim gabungan dan seka­rang berada di lokasi tam­bang sinabar di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).

Pembentukan tim gabu­ngan dikarenakan SBB me­ru­pakan daerah produksi sinabar terbesar saat ini di Indonesia. Kapolda Ma­luku, Irjen Royke Lumowa mene­gaskan, pihaknya memben­tuk tim untuk menyisir lokasi tambang dan akan ditutup sama seperti tam­bang emas Gunung Botak.

“Ini sinabar sangat berbahaya. Tahu sendiri ini kan bahan baku zat berahaya ini untuk apa. Kita harus tutup tambang ini. Sekarang tim sementara ke sana sudah dua hari sejak kemarin (Kamis Red) mereka akan bekerja terus dan menggali informasi dari masyarakat di mana saja tempat atau lokasi tambang sinabar,” jelas Kapolda kepada waratawan Jumat (10/1).

Kapolda mengaku gerah, karena keberadaan tambang sinabar di SBB belakangan ini dibacking sejumlah anggota kepolisian. “Saya tegaskan, anggota yang terlibat jangan kasih ampun. Kemarin-kemarin kan kita tangkap ada anggota terlibat. Kita harus tegakan hukum yang dimulai dari anggota dulu,” tegas Kapolda.

Sebelumnya Lumowa menegas­kan, jika terbukti terlibat kepemilikan batu sinabar, oknum  anggota Mapolsek La-Ala Desa Loki Keca­matan Huamual Depan Kabupaten SBB terancam dipecat.

Bripka ZN alias Enal ditangkap dengan barang bukti 21 Kg Batu Cinabar Kamis (2/1). Enal ditangkap dan saat ini sudah ditahan di Ma­polres SBB Kota Piru. Saat ditang­kap Enal berada di Mapolsek La-Ala, dimana barang bukti itu ia sim­pan di salah satu ruangan di Mapol­sek dan dijadikan tempat istirahat atau kamar. Enal memiliki barang haram itu dari La Erwin, warga Dusun Talaga Desa Piru Kabupaten SBB. Erwin yang turun dari lokasi tam­bang Cinabar pada 22 Desember 2019, sekitar pukul 02.00 WIT kebe­tulan melintasi Mapolsek La-Ala dan Enal kebetulan melaksanakan tugas piket. Kala itu Enal sempat meme­riksa kendaraan yang melintas depan mapolsek dan kebetulan men­dapati batu cinabar seberat 21 Kg. Bukanya melaporkan ke atasan temuan barang berbahaya itu, Enal justru menyimpannya dengan tujuan hendak memiliki barang tersebut.

Informasi yang dihimpun, kebera­daan Enal di Mapolsek La-Ala yang membawahi sejumlah dusun dan desa di situ ternyata tidak menguntungkan bagi aparat kepolisian dalam menindak pelaku kejahatan cinabar.

Bagaimana tidak, meskipun Enal mengetahui ada penambangan barang terlarang itu, ia tidak pernah melaporkan ke atasanya di Polres SBB. Mirisnya, disaat Polres SBB hendak  merazia lokasi tambang, tidak pernah menemukan aktivitas warga di sana. Bocornya informasi personil polres hendak razia lokasi diduga disampaikan Enal ke warga penambang. Alhasil polisi kerap melakukan razia hasilnya nihil.

Namun apes bagi Enal, sebab sepandai-pandainya bersandiwara, akhirnya ditangkap juga oleh institusi yang bersangkutan. Kini Enal berjibaku dengan dinginnya rumah tahanan Polres SBB.

Kapolres SBB, AKBP Bayu Butar Butar yang dikonfirmasi membe­narkan penangkapan Enal. Namun teknisnya ia menyarankan Siwalima untuk mengkonfirmasikan hal itu dengan Kasat Reskrim Polres SBB, AKP Mido Johanis Manik. “Ya, sudah tersangka. Kini ditahan di Ma­polres SBB,” ungkap ungkap Manik.

Menurutnya, penyidikan terha­dap kasus kepimilikan batu cinabar milik Bripka Enal itu dilakukan berdasarkan informasi warga. Se­lanjutnya, dilakukan pengembangan dan ditemukan bukti adanya dugaan menguasai barang haram tersebut.

“Jadil, ini sesuai informasi warga. Setelah miliki informasi itu, kita lakukan pengembangan, yang ber­sang­kutan kita periksa, dan ternyata menemukan bukti kalau bersang­kutan terlibat dalam penambangan sinabar,” kata Manik.

Enal tambah Manik, terancam  melanggar pasal 161 Undang Undang Minerba No 4 tahun 2009.

Awasi Merkuri

Kabupaten SBB merupakan dae­rah produksi merkuri terbesar di Ma­luku. Olehnya itu Kapolda Maluku Irjen Royke Lumowa mengins­truk­sikan Kapolres SBB, AKBP Bayu Tarida Butar Butar  perketat pengawasan peredaran bahan kimia berbahaya itu.

Menurut Kapolda, aktivitas pe­ngi­riman bahan baku merkuri seperti sinabar dari SBB akhir-akhir ini cukup tinggi. Pasalnya tambang si­nabar ini pusatnya ada di kabupaten julukan Saka Mase Nusa itu.

“Sudah banyak pelaku yang diamankan bersama barang bukti oleh polisi dan dijatuhi hukuman penjara di pengadilan, tapi suplay atau produksi sinabar masih saja dilakukan dan ini cukup tinggi,” ujar Kapolda kepada wartawan 31 Desember 2019 yang lalu.

Menurutnya, berbagai modus dila­kukan pelaku untuk menyelun­dupkan bahan berbahaya dan beracun ini dari SBB masuk ke  Ambon dan diteruskan ke Pulau Jawa. Pintu masuk ada di Pe­labuhan SBB dan Pintu keluar di Pe­labuhan Yos Sudarso. Kapolda meng­aku jajaran Polsek Kawasan Yos Sudarso sudah maksimal dalam meng­awasi bahan berbahaya itu, tapi masih saja ditemukan barang bukti merkuri dengan berbagai modus.

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Pinterest

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

HUMAS MABES POLRI

Polri Tangkap Tersangka Scam Online Internasional, Kerugian Korban Rp 1,5 Triliun
Polri Bekuk Wanita Asal Sukabumi yang Jadi Operator Jaringan Scam Online Internasional
Polri Usut Dugaan Korupsi Pengelolaan Keuangan BUMD di Riau
Lin, Putri Suku Oburauw Papua Barat yang ingin Mengabdi Lewat Polri
Kakorlantas Tekankan Pentingnya Informasi Berbasis IT Pengamanan PON XXI 2024
Yumaldi dan Salwa, Kakak Adik Atlet Menembak Berprestasi dari Sulsel Ikut Seleksi Catar Akpol 2024
Lihat Semua

HUMAS POLDA

Sat Lantas Polres Majalengka Gelar Jumat Berbagi dengan Pembagian Nasi Box
Polisi Blusukan: Bhabinkamtibmas Polsek Sukahaji Sambangi Warga di Desa Cikoneng
Polsek Dawuan Imbau Pelajar Tidak Gunakan Kendaraan Bermotor ke Sekolah
Bhabinkamtibmas Polsek Majalengka Kota Blusukan Sambangi Anak-Anak
Bhabinkamtibmas dan Babinsa Gelar Patroli Dialogis di Kecamatan Majalengka
Bhabinkamtibmas Polsek Majalengka Kota Sambangi Warga Sindangkasih di Malam Hari
Lihat Semua
WordPress Lightbox